Bagaimana Cara Kaya Mendadak ?

Bagaimana Cara Kaya Mendadak ?

Jika Anda ingin tahu bagaimana cara kaya mendadak, maka jawabannya adalah: MUSTAHIL!

Ya, hal tersebut mustahil terjadi jika Anda masih sering bermental miskin dan mengemis-ngemis nggak punya uang kepada orang lain.

Misalnya, ketika ada orang lain menawarkan sebuah produk kepada Anda, lantas dengan spontan Anda menjawab, “Ah, mahal amat produknya. Saya nggak punya uang!”. Nah, lho.. Nggak punya uang kok bangga, sih?

Mengubah mental orang seperti ini memang cukup sulit dan butuh perjuangan ekstra. Ini pula yang Saya lakukan ketika mencoba mengubah pola pikir pembaca buku di Indonesia.

Saya juga awalnya nggak yakin, ketika memutuskan untuk menjual buku ke-3 Saya yang berjudul “Tembus Omset 100 Juta Modal BlackBerry” dengan harga yang cukup mahal, yaitu 200 ribu. Seperti yang sudah Anda ketahui, buku setipis itu paling-paling di pasaran cuma 80 ribu. Bahkan, kalaupun ada yang kasih harga 200 ribu, biasanya dikasih BONUS seabrek sebagai nilai tambahnya. Nah, kalau buku Saya justru nggak. Tanya, kenapa?

Yup! Perlu Anda garis bawahi, ketika Saya membuat bisnis percetakan, penerbitan, dan toko buku, yang kami jual sesungguhnya bukanlah ‘kertas’, melainkan PERUBAHAN. Gini deh, kalau kami cuma jual kertas doang, paling-paling buku Saya tersebut dijual harga 80 ribu. Kok bisa? Lha, iya…. Wong HPP nya aja cuma 18 ribu-an. Nah, lho… Perusahaan mana yang berani bocorin HPP produknya sendiri. hehehe… Maklum, GENDENG!

Sekali lagi, Saya tidak menjual kertas, tapi Saya menjual PERUBAHAN. Inilah alasan kenapa para pembaca buku Saya banyak memberikan testimoni positif setelah membaca buku tersebut. Padahal Saya nggak pernah minta sama sekali. Karena mereka benar-benar menghargai produk yang mereka beli, sehingga IMPACT nya besar.

Coba Anda renungkan, seberapa sering Anda membeli sebuah buku di toko buku, lalu setelah membelinya hanya dibuka dan dibaca cepat saja? Bahkan, tak sedikit dari kita yang cuma bilang, “Oh gini doang…”, lalu menyimpan bahkan melempar buku tersebut entah kemana. Gimana, sering? #UdahNgakuAja

Terlebih, sebuah data menunjukkan bahwa hanya ada 4% orang yang membeli buku membacanya sampai tamat (selesai) dan menindaklanjutinya dalam bentuk tindakan nyata (ACTION). Nah, lho… jangan-jangan Anda termasuk yang 96%?

Oleh karenanya, semenjak buku ke-2 sampai buku ke-7, buku-buku Saya disetting dengan harga Mahal. Bukan semata-mata untuk meraup keuntungan yang besar, melainkan untuk membangun mental dan membuat impact besar buat si pembaca.

Kalaupun banyak orang yang masih berpendapat bahwa buku Saya mahal, itu bisa jadi karena memang nggak punya uang atau bahkan memang mentalnya masih recehan (ups, maaf….)

Keluar uang 200 ribu untuk dapatkan uang 100 juta itu bukan mahal, justru sangat terjangkau. Kalau boleh jujur, Saya saja budget beli buku bulanan sampai 1 juta lebih. Untuk ikut seminar/training apalagi, sampai puluhan juta. Belum lagi pengalaman dan kegagalan saat berbisnis, menyentuh angka Milyaran… T_T

So, masih mau menganggap mahal?

Ingat, Kaya dan Miskin seseorang dimulai dari pikirannya. Kalau di pikirannya saja masih Miskin, apalagi Kantongnya. Paham, kan?

Yuk mulai mengubah pola pikirnya sekarang juga. Jangan dulu mikir Strategi dan Teknis. Itu nggak penting! Yang penting software kitanya dulu benerin. Dimulai dari cara berpikir kita terhadap sesuatu.

Gimana, sudah siap tembus Omzet Milyaran?

Ubah cara berpikirnya dulu ya….

Share ya,, ^_^

Dewa Eka Prayoga

Founder www.billionairestore.co.id

 

Previous Bisnis Berkah dan Halal
Next Bisnis adalah Ibadah

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

View all posts by this author →

You might also like

Bisnis

3 Pondasi Membangun Team Yang Kokoh

Membangun tim dalam sebuah bisnis itu susah-susah gampang. Kalau dibikin susah, ya susah, kalau dibikin gampang, ya gampang. Ada banyak sekali variabel yang harus diperhatikan sehingga bisa menjadi satu visi,

Bisnis

Cara Mudah Belajar Lounching Produk

BELAJAR LAUNCHING PRODUK DARI FILM BIOSKOP Saya termasuk golongan Sufi (Suka film) ^_^ Dalam sebulan Saya bisa menonton film 4-5x. Gak terlalu sering juga, sih. Hihihi Tapi bukan itu yang

Others

Divide To Multiply

  Otak Saya terlalu dicekoki oleh pemikiran-pemikiran yang seharusya dimiliki oleh seorang Business Owner ketimbang hal-hal yang harus dipikirkan sebagai Internet Marketer Misalkan, ketika Saya harus mengerjakan hal-hal teknis, seperti