Bagaimana Cara Produk Kita laris, Dan Banyak Diminati Market?

Bagaimana Cara Produk Kita laris, Dan Banyak Diminati Market?

Coba cek angka penjualan Anda saat ini, sudahkah sesuai dengan apa yang Anda harapkan? ^_^

Jika sudah, syukurlah… Artinya, Anda sudah bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Jika belum, berbenahlah… Karena bisa jadi Anda terllau “ngotot” dengan ide produk yang menurut Anda laris itu….

Kalau Anda pernah belajar bagaimana cara membuat Business Model, maka Anda akan tahu bahwa 2 aliran yang digunakan saat merumuskannya, yaitu:

(1). Berawal dari Value Presuposition ke Customer Segment
(2). Berawal dari Customer Sugment ke Value Presuposition

Gampangnya, value presuposition ini adalah PRODUK ANDA. Sedangkan customer segment adalah MARKET ANDA.

Mana yang lebih bagus hasilnya?

Dua-duanya juga bagus, asalkan Anda benar-benar matang dalam merumuskannya dan mengaplikasikannya dalam bisnis Anda.

Hanya saja kalau bicara yang “cepat menghasilkan”, tentu yang berawal dari Customer Segment ke Value Presuposition. Maksudnya?

Anda siapkan dulu marketnya, baru pikirkan produknya, “Mau jualan apa ya?’.

Berbeda dengan poin pertama, yang dari value presuposition ke customer segment. Mereka akan berpikir, “Aku punya ide keren nih. Mau buat produk ANU. Ini bakal keren banget…”

Pertanyaannya, yang keren menurutmu, apakah keren menurut market? Dan apakah mereka mau beli?

Hmm…

Coba cek lagi produk Anda sekarang, apakah sudah benar-benar dibutuhkan dan diinginkan oleh market?

Jika belum terlalu jelas valuenya, coba pertajam lagi. Komunikasikan dengan market Anda. Edukasi mereka dengan value produk yang Anda miliki tersebut.

Kalau Anda belum buat produk sama sekali, cobalah buat produk yang hanya berpotensi laris. Caranya?

Riset dulu, apa yang paling banyak dicari orang. Kalau pemainnya banyak, artinya ada pasar empuk disana. Tinggal Anda buat unique message dan differensiasi, supaya orang-orang milih belinya ke kita, bukan di kompetitor.

Banyaknya kompetitor, menunjukkan banyaknya pasar. Itu salah satu indikatornya…

Ingat kata Seth Godin,

“Don’t find customers for your products, find products for your customers”

Itulah kenapa membangun “kolam uang” di internet itu sangat penting. Salah satu alasannya, karena hal tersebut diatas. Paham? ^_^

Yuk action! Kapan lagi coba waktu yang tepat selain sekarang?

Share ya.

Dewa Eka Prayoga

Founder www.billionairestore.co.id

Previous 8 Tokoh Dunia Yang Putus Sekolah Dan Sukses
Next Musibah Dan Anugrah

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

View all posts by this author →

You might also like

Bisnis

Cara Merekrut Karyawan Perusahaan

Saat Anda mulai merasakan pentingnya tim dalam bisnis yang sedang Anda bangun, maka Anda akan mulai memikirkan untuk merekrut banyak karyawan. Karena Anda tidak mungkin membesarkan bisnis sendirian. Butuh tim

Bisnis

Awas! Jangan Sampai Pelanggan Menjadi Kesal, Karena Penawaran Yang Berulang-ulang.

Anggaplah si Jono lagi ngincer mobil Alphard… Singkat cerita, dia datang ke sorum untuk lihat-lihat mobil Alphard. Ditemuilah si Indro, sales mobil tersebut. Tanpa panjang lebar menjelaskan, alhasil di Jono

Bisnis

Move On, Dari Bangkrut Rp 7.700.300.000

Pernah punya Masalah? Sedang punya Masalah? Ingin keluar dari Masalah? Yuk simak cerita Saya berikut ini… Tepat 3 tahun yang lalu, tanggal 25 September 2012, Saya dinyatakan mengalami kebangkrutan. Tak