Cara Mudah Belajar Lounching Produk

Cara Mudah Belajar Lounching Produk

BELAJAR LAUNCHING PRODUK DARI FILM BIOSKOP

Saya termasuk golongan Sufi (Suka film) ^_^

Dalam sebulan Saya bisa menonton film 4-5x. Gak terlalu sering juga, sih. Hihihi

Tapi bukan itu yang ingin Saya sampaikan kali ini. Soal kenapa Saya suka film, Saya rasa Anda setiap orang punya alasan tersendiri. Iya, kan?

Ngomong-ngomong soal film, Saya pribadi banyak belajar marketing khususnya produk launching dari film di bioskop. Kok bisa?

Bayangkan… Industri perfilman tidak pernah kehabisan ide. Sebutlah Marvel. Mulai dari Film Captain America, Iron Man, Spiderman, X-Men, Avengers, Deadpool, dan masih banyak lagi.

Bahkan Saya pernah berpikir, Marvel tuh gak akan ada habisnya ngeluarin film. Kalau misakan karakter X-Men satu per satu difilmkan, sampai kiamat pun kayanya bakalan terus ngeluarin film. Hehe

civil

Nah, apa hubungannya dengan bisnis?

Yuk kita mulai ambil pelajaran bagaimana sebuah film diluncurkan sampai benar-tayang tayang di XXI, Blitz, ataupun sejenisnya.

1. Coming Soon

Anda cek webnya XXI, film-filem yang bakalan launching beberapa bulan kemudian, daftar filmnya udah dicantumkan di websitenya dari sekarang di bagian Coming Soon. Apa tujuannya? Tentu agar orang-orang sufi kaya Saya bisa kepo, “kira-kira film keren apa lagi yang bakalan tayang entar ya?”

Kalau dalam penjualan ada yang namanya cross selling. Pas klik film A, kayanya gak lengkap kalau gak kepoin film B. Dan seterusnya.

Apa pelajarannya agar bisa kita terapkan dalam bisnis?

Sebelum dirilis beneran di pasaran, pastikan produk kita diinfokan ke pasaran jauh-jauh hari dengan tema: Coming Soon.

Apa tujuannya?

Buat awareness pada market bahwa produk ini nanti bakalan ada. Tujuannya bukan untuk membuat orang-orang tertarik beli, tapi buat mereka aware bahwa ada produk itu toh… Kebayang?

Misalnya, tgl. 5 April 2016 (bulan depan), Saya akan launching bisnis baru yang bergerak dalam Fashion Muslimah, tepatnya Hijab, maka sebelum Saya launching di pasaran, Saya buat awareness dulu dengan buat: Coming Soon…

2. Trailer Film

Coba Anda ingat-ingat kembali. Seberapa sering Anda nonton film X karena sebelumnya Anda sudah pernah menonton trailernya yang sangat bikin penasaran dan menarik ditonton.

Ya, hampir semua film di bioskop pasti ada trailernya. Tujuannya? Untuk membuat audience semakin kepo dan interest dengan film tersebut.

Dan sialnya, dalam trailer tersebut, yang ditayangkan pasti adegan paling seru dan bikin kepo tingkat dewa. Alhasil, semakin sering nonton trailernya, semakin kebelet nonton filmnya. Iya, kan? ^_^

Nah di bisnis juga gitu. Pas launching produk misalnya, Anda bisa gunakan video-video trailer yang memang sengaja dibuat agar pendengar berada dalam state interest untuk beli produknya. Kebayang?

3. Timing Launching

Perhatikan XXI di kota Anda sekarang, film apa yang mendominasi disana? Batman vs Superman kan?

Ya, baru 3 hari yang lalu Divergent jadi “raja” di periode ini di setiap XXI. Eh pas muncul Batman vs Superman, film Divergent dan film-filem lainnya tersingkirkan. Disini kita belajar bagaimana timing menentukan kelarisan. Mau duel sama pemain besar? Silakan. Asal siap-siap tersingkirkan.

Begitupun dengan film Rudi Habibie. Rencana tayang ba’da lebaran. Kenapa? Karena orang perfilman meyakini kurva tertinggi orang nonton bioskop itu udah lebaran. Pertanyaannya, adakah yang berani “cari mati” launching film pas penayangan Rudi Habibie nanti? Kita lihat saja nanti.

Nah di bisnis juga gitu. Timing launching produk bener-bener menentukan kelarisan.

Cek, apakah ada pemain besar di periode itu? Apakah orang-orang lagi dalam kondisi punya duit? Apakah pas musim liburan? Dll.

Timingnya gak pas, omzetnya amblas!

4. Cerita di Film

Inilah kepiawaian si pembuat cerita dalam setiap film. Pasti ada open loop yang membuat orang bertanya dalam hatinya, “ini kok tiba-tiba?”, “ini pasti ada sambungannya?”, “Lho kok begini?” , “Kayanya bakal ada lanjutannya?”, dll. Inilah state yang sengaja dibuat agar orang “curious” dan menanti film berikutnya.

Yang paling mainkan open loop ya marvel itu. Kalau Saya pribadi gak akan beranjak dari tempat duduk sebelum beres semuanya. Karena pasti aja ada adegan kepotong. Sialam banget.. Hehe ^_^

Di bisnis?

Sama juga. Coba Anda pikirkan, apa yang bisa Anda lakukan supaya produk Anda dikangenin dan dibicarain banyak orang. Tentu kualitasnya harus bagus. Valuenya super tinggi dan harus lebih tinggi dibandingkan harga yang harus pelanggan bayar.

5. XXI nya

Tiket masuk 50rb. Murah sih. Tapi kalau udah duduk, ditawarin pop corn, minum, roti, paketan, dll, alhasil gak kurang dari 100rb.

Bayangin… Semua orang beli makanannya. Duit dari tiket cuma 50rb, dari makanan? Buanyak!!!

Dalam bisnis kita pun mesti gitu. Ciptakan traffic generator, utk mancing orang datang ke toko kita. Harganya disett murah, gak apa-apa. Tapi kan penyumbang profitnya bukan dari itu, tapi dari produk hasil cross selling dan up selling lainnya.

…dan lain-lain

Kebayang?

Dapat manfaat dari status ini? ^_^

Kalau sekiranya IYA, dan ingin makin bermanfaat, Anda boleh SHARE ke teman-temannya

Semoga menginspirasi

Dewa Eka Prayoga

Founder www.Billionairestore.co.id

Previous HUtang Dan Kebodohan
Next Jangan Bermimpi Omzet Milyaran

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

View all posts by this author →

You might also like

Bisnis

3 Hukum Penting Terjadinya Closing

  Hukum I Dewa: “Tanpa Interaksi, tak akan ada Transaksi” Jangan harap ada transaksi, kalau status facebook Anda isinya cuma promosi, promosi, dan promosi. Ingat, ini facebook: sosial media, bukan

Bisnis

Cara Mengatur Uang Saat Bangkrut

Saya nggak tahu, apakah Anda pernah bangkrut atau tidak? Semoga saja: tidak. Jangan sampai lah ya… Aamiin… Ngomong-ngomong soal bangkrut, Saya jadi teringat saat dimana Saya kebingungan dan stress berat

Bisnis

Kerja Sambil Bisnis

Kenapa Saya Tidak Menyarankan Anda jadi Amphibi? Untuk meminimalisir risiko, banyak pengusaha pemula yang mengawali karir usahanya dari kantor. Maksudnya? Ya, mereka berbisnis sambil bekerja. Istilah yang dikenal orang-orang zaman