Cara Benar Membuat Resolusi Tahunan

Cara Benar Membuat Resolusi Tahunan

KETAHUI CARA UNTUK MENCAPAI RESOLUSI TAHUNAN DENGAN LEBIH MUDAH DAN LEBIH CEPAT!

Halo, kawan ^_^

Sambil Anda bayangkan dampak LUAR BIASA yang Anda rasakan setelah Anda praktikkan isi artikel   ini, sadarkah Anda, bahwa kebanyakan resolusi tahunan dibuat dengan cara asal-asalan…

Hasilnya?

Ya……. Begitu. #NangisDiPojokan T_T

Alhasil, kebanyakan orang cuma semangat pas nulis di awal doang. Giliran dievaluasi pas akhir tahun, eeeeeeeh….. NGGAK ADA YANG TERCAPAI! Kalaupun ada yang tercapai, dijamin bisa dihitung dengan jari. Nyesek? hihihi

Maka wajar, jika ada quote yang berbunyi seperti ini:resolusi tahunan

Assem! Gue banget…

Setelah Saya amati, ternyata banyak orang di luar sana membuat resolusi tahunan dengan cara asal-asalan. Parahnya:cuma ikut-ikutan. Nggak usah jauh-jauh nyari kambing hitam: Saya buktinya.

Ya, saat pergantian tahun 2013 menuju tahun 2014, Saya membuat resolusi tahunan secara liar dan gila-gilaan. Orang-orang terdekat Saya menyebut Saya: GENDENG! Saking nggak masuk akalnya tuh resolusi. Huahaha….

Sampai pada akhirnya Saya baru “ngeuh” ternyata cara tersebut salah. Kenapa?

Karena resolusi tersebut dibuat berdasarkan “nafsu” dan kondisi emosi yang tinggi dengan dalih bahwa: SAYA PASTI BISA!!…. SAYA PASTI BISA!!…. SAYA PASI BISA!!!…. -_____- Preeeeeettttt….!! Gundulmu! ^_^

Ah, sudahlah, saatnya taubat dari cara sesat. Yuk mari kita kembali ke jalan yang benar. Bismillah….

Ya. Bukan begitu caranya membuat resolusi tahunan. Boleh saja sih, kalau memang hasil yang kita inginkan adalah: KEGAGALAN. Nggak banget, kan?

Lantas, bagaimana seharusnya?

Lagi-lagi, jika bicara soal “seharusnya”, seharusnya tidak ada yang kata seharusnya. Nah lho? Karena setiap orang punya cara yang berbeda-beda. Bahkan, ketika Saya menulis notes ini dengan judul “CARA BENAR MEMBUAT RESOLUSI TAHUNAN”, sebagian dari Anda mungkin berpikir, “Kalau ini cara benar, berarti di luar sana banyak cara yang salah, dong….”.

Lalu, bagaimana sebaiknya?

Sebelum Saya jelaskan secara rinci dan detail, perlu diketahui bahwa notes ini ditulis berdasarkan pengalaman dan hasil praktik Saya di lapangan. Bukan “menurut orang” dan asal comot teori doang. Artinya, jika ada kesalahan dan berbeda dengan apa yang Anda pahami sekarang, mohon dimaafkan. Namanya juga: pendapat Saya. ^_^

Alhamdulillah-nya, 86% resolusi Saya di tahun 2015 kemarin telah tercapai. Izin Allah… Allah Maha Pengasih, Allah Maha Penyayang.

Inilah yang membuat Saya makin bersemangat untuk share kepada kawan-kawan di Indonesia tentang bagaimana cara benar membuat resolusi tahunan. Tentu harapannya, setelah Anda baca notes ini sampai selesai dan praktikkan dalam kehidupan Anda, APAPUN resolusi yang Anda tetapkan tahun 2016 nanti benar-benar bisa tercapai dan menjadi kenyataan. Aaamiin ya Allah ya rabbal ‘aalamiin….

Baiklah….

Sambil Anda bayangkan apa jadinya jika Anda mempraktikkan isi artikel ini secara keseluruhan, sadar atau tidak, kita sebagai manusia cenderung selalu ingin berusaha untuk melakukan perubahan. Betul?

Buktinya, keputusan Anda membaca artikel Saya ini pun menunjukkan bahwa Anda benar-benar ingin berubah menjadi lebih baik lagi, minimal tahun 2016 harus lebih baik dari tahun 2015. Betul?

Semakin Anda membaca tulisan ini, entah kenapa Anda justru semakin semangat untuk segera membuat resolusi terbesar Anda di tahun 2016.

Ya. Di awal tahun, biasanya kata “resolusi” mendadak jadi populer. Bukan karena kehebohannya masuk televisi dan diliput oleh infotainment, melainkan karena dijadikan sebagai harapan besar di tahun tersebut.

Kalau kita cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata resolusi diterjemahkan sebagai re·so·lu·si /résolusi/, yaitu pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan terhadap suatu hal.

Entah apakah Anda setuju dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau tidak, itu tidak penting. Yang terpenting adalah Anda mampu membuat Resolusi yang Dahsyat, Luar Biasa, Spektakuler, Fantastis, Fenomenal. DHUARR…!! #lebay -___-

RESOLUSI APA SAJA YANG SEBAIKNYA KITA BUAT?

Saya pribadi biasanya membagi resolusi tahunan dalam 7 area, diantaranya:

  1. Spiritual
  2. Family / Relationship
  3. Social
  4. Career / Business / Financial
  5. Health
  6. Leisure
  7. Personal Growth

Supaya lebih jelas, yuk kita bahas satu per satu:

Pertama. Spiritual. Area ini meliputi hubungan dengan Sang Pencipta, ibadah, sedekah, ritual, keyakinan, ketaatan, kekhusyuan, dan lain-lain.

Kedua, Family / Relationship. Area ini meliputi hubungan komunikasi suami istri, keluarga, anak, orang tua/mertua, calon pasangan hidup, rasa sayang, perhatian, cinta, dan lain-lain.

Ketiga, Social. Area ini meliputi kehidupan sosial, hubungan dengan tetangga, pertemanan, persahabatan, dan lain-lain.

Keempat, Career / Business / Financial. Area ini meliputi pekerjaan, bisnis, penghargaan, loyalitas, tunjangan, keuangan, omzet, income, profit, investasi, hutang, dan lain-lain.

Kelima, Health. Area ini meliputi kesehatan fisik, vitalitas, kebugaran, dan lain-lain.

Keenam, Leisure. Area ini meliputi kenikmatan hidup, liburan, senang-senang, jalan-jalan, menyalurkan hobi, dan lain-lain.

Ketujuh, Personal Growth. Area ini meliputi pengembangan diri, pertumbuhan pribadi, prestasi, belajar, kursus, ikut pelatihan, seminar, baca buku, kepercayaan diri, visi, disiplin, dan lain-lain.

Nah, Saya tidak tahu, apakah selama ini Anda sudah membuat resolusi tahunan berdasarkan 7 area tersebut? ^_^

Sebelum Anda jawab, alangkah baiknya Anda baca notes ini sampai selesai, supaya Anda punya gambaran mengenai resolusi tahunan yang akan Anda buat.

CERITA SAYA TAHUN 2015

Saya awali artikel ini dengan cerita Saya di tahun 2015.

Salah satu resolusi terbesar Saya tahun 2015 adalah nulis 1 buku best seller dengan total penjualan tembus 10.000 eksemplar saat launching. Saat itu Saya belum terbayang Saya mau menulis apa. Alhasil target tersebut Saya tetapkan sedari awal sejak bulan Januari 2015.

Pada bulan Februari 2015, Saya langsung action dengan menulis buku berjudul “Dongkrak Omzet Milyaran dengan Tim Penjualan”. Alhamdulillah, izin Allah jadi best seller dan terjual 2210 eksemplar satu hari setelah launching. Sangat disayangkan, target Saya tidak tercapai. Akhirnya bulan Mei 2015 Saya kembali menulis buku berjudul “Easy Copywriting”. Alhamdulillah, izin Allah jadi best seller dan terjual 10.985 eksemplar satu hari setelah launching. Satu resolusi tercapai ^_^ TEMBUS TARGET!

Nah, ketika Saya ingin melaunching buku ke-7 Saya berjudul Easy Copywriting, target Saya sudah sangat jelas dan gamblang: “terjual 10.000 eksemplar saat launching”

Saya pastikan sumber daya yang Saya miliki saat ini benar-benar bisa mengantarkan Saya untuk mencapai target tersebut.

Saya dapat mengetahui target tersebut tercapai ketika Saya melihat angka penjualan di laporan keuangan bertuliskan “10.000 eksemplar terjual” dan merasakan begitu ramainya orderan yang masuk ke perusahaan Saya.

Saya dapat menyaksikan dengan jelas kesibukan orang-orang bagian operasional dalam mempacking dan mengirimkan buku-buku tersebut ke 10.000 orang pemesan.

Saya pun dapat mendengarkan semangat mereka dalam melakukannya. Mendengar pujian-pujian dari berbagai pihak akan prestasi yang baru Saya capai.

Dan Saya benar-benar dapat merasakan kebanggaan dan kebahagiaan ini terjadi pada Saya.

Saat ini terjadi pada Saya, Saya semakin semangat untuk terus berkarya dan menebarkan manfaat lewat tulisan yang dikemas dalam bentuk buku. Dan saat ini tercapai, energi berbagi Saya begitu besar dan semakin menggelora. Benar-benar LUAR BIASA!

Alhasil, gara-gara hal tersebut, bisnis Saya semakin tumbuh dan berkembang. Billionaire Store semakin dikenal. Karya-karya Saya semakin terbesar dimana-dimana. Dan Saya sangat bersyukur sekali akan hal itu.

Huffh….

Lupakan cerita Saya di atas. Itu tidak penting. Karena yang terpenting adalah bagaimana Anda mampu mencapai APAPUN resolusi yang sudah Anda buat di tahun sebelumnya.

Berusahalah untuk mencari tahu apa rahasia Saya mampu mencapai hal itu. Dan kabar terbaiknya, Anda tidak perlu mencarinya di luar sana, karena Saya akan membagikannya pada Anda sebentar lagi….

CARA MEMBUAT RESOLUSI TAHUNAN

Pernahkah Anda bayangkan…. ketika Anda mampu mencapai APAPUN resolusi yang sudah Anda buat setiap tahunnya.

Anda tidak perlu menceritakan pada Saya seberapa besar kebahagiaan itu muncul dalam diri Anda, karena sebenarnya Anda benar-benar layak mendapatkan kebahagiaan itu, setelah praktikkan isi artikel ini secara keseluruhan.

Baiklah…. Back to topic.

Mungkin sebagian dari Anda sudah terbiasa membuat resolusi dengan menggunakan cara SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Timely). Cara tersebut bagus, hanya saja kurang “sreg” dengan pikiran bawah sadar. Kenapa? Khususnya bagian “A” dan “R” dalam kata SMART tersebut, tidak memiliki batasan yang jelas. Bahkan, keduanya bisa diprogram oleh pikiran setiap orang.

Singkat kata, cara SMART ini kurang “diminati” oleh pikiran bawah sadar. Dan seperti yang Anda tahu, jika kita ingin membuat resolusi tahunan yang benar-benar mengkristal dan terinternalisasi dalam diri kita seutuhnya, maka kita mesti membuatnya menjadi lebih terdeteksi oleh pikiran bawah sadar. Kenapa? Karena kehidupan kita ini 80% aktivitasnya dikendalikan oleh pikiran bawah sadar.

Intinya, saat kita membuat resolusi tahunan, pastikan membuatnya di level bawah sadar. Karena selain lebih mudah dicapai dan lebih melekat kuat, juga bisa berjalan otomatis.

Dan untuk bisa membuat resolusi tahunan menjadi seperti itu, maka kita harus mengubah resolusi tersebut menjadi: OUTCOME.

Outcome artinya HASIL. Maka setiap resolusi yang kita buat harus diperlakuan oleh pikiran sebagai hasil yang ril dan dapat dicapai.

Untuk membuat resolusi menjadi outcome, maka Anda harus memenuhi 5 syarat berikut ini, diantaranya:

  1. Positif. Hindari kata negasi, seperti: JANGAN dan TIDAK. Sebab pikiran bawah sadar tidak bisa memproses kata negasi.
  2. VAK. Yang disusun berdasarkan VAK (Visual, Auditory, Kinestetik) akan mudah dicapai dan dimengerti oleh pikiran bawah sadar
  3. Kontrol. Muncul dari diri sendiri. Tidak boleh digantungkan pada orang lain atau situasi tertentu. Pokoknya, sumberdayanya harus ada di tangan pemiliki resolusi. Karena resolusi yang terlalu digantungkan pada faktor eksternal, tidak dapat dieksekusi oleh pikiran bawah sadar
  4. Intensi Positif. Agar resolusi jadi lestrasi, maka intensi positif (niat/maksud) harus tetap dapat dipenuhi saat kita mencapai outcome tersebut.
  5. Ekologis. Punya efek positif pada lingkungan dan orang-orang sekitar.

Bagaimana cara detailnya?

Yuk kita lanjutkan…

UBAH RESOLUSI JADI OUTCOME

Untuk dapat mengubah resolusi jadi outcome, Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  1. Apa sebenarnya yang Anda inginkan? Resolusi apa yang ingin Anda capai?
  2. Kapan tepatnya Anda menginginkan resolusi tersebut tercapai?
  3. Sumber daya apa saja yang Anda miliki saat ini untuk mencapai resolusi tersebut?
  4. Bagaimana Anda tahu ketika Anda sudah mendapatkannya?
  5. Saat resolusi tersebut tercapai, apa yang Anda lihat, dengar, dan rasakan?
  6. Kenapa resolusi ini penting untuk Anda capai?
  7. Apa hal positif yang akan terjadi jika Anda mencapai resolusi tersebut?
  8. Apa hal negatif yang akan terjadi jika Anda tidak mencapainya?
  9. Bagaimana resolusi tersebut akan mempengaruhi kehidupan, bisnis, dan keluarga Anda?
  10. Bagaimana tepatnya perasaan Anda saat Anda benar-benar mencapai resolusi tersebut?

Saat Anda membaca sekilas pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, mungkin Anda hanya akan langsung melewatkannya.

Itu persis seperti Saya, ketika awal mula mengubah resolusi menjadi outcome.

Kalau Anda melewatkannya begitu saja tanpa pernah menjawabnya, maka tak ada perubahan yang cukup signifikan pada resolusi yang Anda buat. Karenanya, baca ulang sekali lagi pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas dan berusahalah untuk jawab dengen serius. Dan untuk memudahkan dan memberikan Anda gambaran, Saya akan berikan contoh bagaimana Saya membuat resolusi di area financial untuk tahun 2016.

Anda boleh lihat dan rasakan perbedaannya…

“Apa sebenarnya yang Anda inginkan? Resolusi apa yang ingin Anda capai?”

Jawab: Income 500 juta per bulan

“Kapan tepatnya Anda menginginkan hal tersebut tercapai?”

Jawab: Saya mulai mendapatkan income 500 juta per bulan pada semester 2 tahun 2016 tepatnya bulan Juli 2016

“Sumber daya apa saja yang Anda miliki saat ini untuk mencapai hal tersebut”

Jawab: Saya memiliki beberapa sumber pemasukan, diantaranya: dividen bisnis, bagi hasil, royalti buku, bayaran ngisi training/coaching/seminar, komisi affiliate, bonus-bonus affiliate. Selain itu, Saya pun punya database yang cukup banyak yaitu 50.000 list email dan 40.000 member grup facebook. Saya pun memiliki partner yang siap bekerjasama dengan Saya kapanpun Saya mau. Saya pun memiliki skill selling, copywriting, dan persuasi yang cukup mumpuni.

“Bagaimana Anda tahu ketika Anda sudah mendapatkannya?”

Jawab: Ketika Saya mulai mendapatkan transferan masuk ke rekening Saya sejumlah 500 Juta Rupiah di bulan Juli 2016. Dan itu terjadi setiap bulannya sampai akhir tahun sampai lebih banyak lagi.

“Saat hal tersebut tercapai, apa yang Anda lihat, dengar, dan rasakan?”

Saya bisa melihat jumlah total uang yang ada di rekening Saya dengan penambahan income Rp 500 Juta Rupiah. Saya bisa melihat dengan jelas jumlah nol dan penambahan total tabungan di rekening Saya tersebut. Saya dapat mendengar pujian dari istri dan keluarga Saya. Saya meraskan kebahagiaan yang tak ternilai. Sangat bangga dan bahagia. Ril adanya.

“Kenapa resolusi ini penting untuk Anda capai?”

Karena Saya punya impian yang besar untuk terus berbagi kebaikan dengan banyak orang. Saya pun ingin meraih impian-impian Saya yang lainnya setelah memiliki income Rp 500 Juta Per Bulan. Saya bisa sedekah lebih brutal. Saya bisa kasih bonus ke karyawan tanpa perhitungan. Saya bisa bantu merealisasikan impian dari istri, orang tua, dan orang-orang terdekat Saya. Resolusi ini penting untuk Saya capai.

“Apa hal positif yang akan terjadi jika Anda mencapai resolusi tersebut?”

Banyak. Alhasil, Saya bisa “membeli” semua kebaikan yang Saya inginkan. Mau sedekah, nggak usah mikir-mikir lagi. Mau berbagi, nggak usah pikir panjang lagi. Mau beli apapun, nggak usah susah payah lagi. Dan seterusnya.

“Apa hal negatif yang akan terjadi jika Anda tidak mencapainya?”

Stesss. Bingung. Merasa hidup tak ada guna, karena hanya cuma bisa menghidupi diri sendiri saja. Saya ingin berbagi kebaikan dan kebahagiaan dengan banyak orang. Kalau Saya cuma dapat income sedikit, apa bedanya sama karyawan yang hanya memikirkan kehidupan dirinya sendiri, pasangan, dan anaknya saja. Saya ingin memikirkan kehidupan pasangan, orang tua, anak, karyawan, keluarga karyawan, umat islam, dan lebih banyak lagi.

“Bagaimana hal tersebut akan mempengaruhi kehidupan, bisnis, dan keluarga Anda?”

Pastinya. Kehidupan Saya akan lebih bermanfaat, karena Saya bisa sedekah lebih banyak. Untuk bisnis, bisa lebih tumbuh, karena bisa investasi lebih banyak lagi di aset. Untuk keluarga, pastinya lebih bisa bantu mereka merealisasikan impian-impian mereka. Dan itu akan membuat Saya bahagia.

“Bagaimana tepatnya perasaan Anda saat Anda benar-benar mencapai resolusi tersebut?

Saya tidak menjelaskan bagaimana tepatnya perasaan Saya ketika Saya mampu mencapainya kecuali perasaan bangga dan bahagia yang tak ternilai.

Huffh….

Bagaimana, apakah Anda sudah mulai merasakan perbedaan cara membuat resolusi tahunan dengan cara SMART dibandingkan dengan cara terbaru ini? ^_^

Good….

Dengan cara terbaru ini, Anda tidak hanya dituntut untuk mengikuti kaidah SMART saja, tapi juga lebih dari itu.

Sekarang, giliran And untuk jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini di setiap resolusi yang Anda buat tersebut:

  • Apa sebenarnya yang Anda inginkan? Goal apa yang ingin Anda capai?
  • Kapan tepatnya Anda menginginkan hal tersebut tercapai?
  • Sumber daya apa saja yang Anda miliki saat ini untuk mencapai hal tersebut
  • Bagaimana Anda tahu ketika Anda sudah mendapatkannya?
  • Saat hal tersebut tercapai, apa yang Anda lihat, dengar, dan rasakan?
  • Kenapa goal ini penting untuk Anda capai?
  • Apa hal positif yang akan terjadi jika Anda mencapai goal tersebut?
  • Apa hal negatif yang akan terjadi jika Anda tidak mencapainya?
  • Bagaimana hal tersebut akan mempengaruhi kehidupan, bisnis, dan keluarga Anda?
  • Bagaimana tepatnya perasaan Anda saat Anda benar-benar mencapai goal tersebut?

Ayo jawab. Jangan dilewat! ^_^

PERKUAT ALASAN

Sadar atau tidak, pertanyaan-pertanyaan di atas difokuskan untuk mencapai resolusi yang Anda inginkan. Namun, itu saja tidak cukup. Anda mesti memperkuat alasan Anda kenapa harus berjuang mati-matian untuk mencapainya.

Misalnya, jika Anda punya resolusi punya income 500 juta per bulan, dan saat ini Anda sudah punya income 100 juta per bulan, Anda harus menyadari bahwa income 100 juta per bulan itu bermasalah. Bayangkan… seolah-olah uang 100 juta itu sedikit dan nggak bisa dipake apa-apa. Kalau Saya meminjam istilah sahabat Saya,

“Berpikirlah untuk tamak dalam berbuat Kebaikan”.

Setidaknya itu akan membuat kita terus bersemangat dalam mencapai resolusi yang sudah kita tetapkan. “Hah, 100 juta doang? Mana cukup…”

Jangan pernah merasa nyaman. Karena semakin Anda nyaman dengan kondisi Anda saat ini, semakin Anda sulit untuk mencapai resolusi Anda.

Makanya, cara termudah berikutnya agar Anda memiliki energi yang besar untuk mencapai resolusi Anda adalah dengan membuat kondisi saat ini seolah-olah masalah besar.

  • Kenapa Anda harus berjuang mati-matian mencapai resolusi tersebut?
  • Apa penderitaan yang Anda rasakan jika resolusi tersebut tidak tercapai?
  • Apa masalah yang akan terus muncul jika resolusi tersebut tidak tercapai?
  • Hal buruk apa yang akan menempa Anda jika resolusi tersebut tidak tercapai?

Coba Anda bayangkan dan jawab masing-masing pertanyaan di atas. Semakin Anda bisa membayangkan seberapa besar masalah, keburukan, dan penderitaan tersebut, semakin membuat Anda ingin segera berbuat lebih baik lagi untuk mencapai resolusi yang sudah Anda tetapkan.

RANCANG STRATEGI

Saat membaca setiap kata dalam artikel ini, Anda akan mulai menemukan cara baru unuk mencapai resolusi tahunan yang Anda buat.

Anda mungkin saat ini sudah bisa membayangkan apa saja resolusi tahun 2016 yang ingin Anda capai. Anda pun mungkin saat ini sudah bisa memikirkan apa saja alasan kuat kenapa Anda harus mencapai resolusi tersebut. Namun, sadarkah Anda, bahwa 2 hal itu saja tidak cukup?

Ya, Anda butuh strategi untuk mencapai resolusi tersebut.

Dan pastikan strategi yang Anda gunakan benar-benar mendekatkan Anda pada resolusi yang diharapkan.

Contohnya, salah satu resolusi Saya tahun 2016 di area Health adalah turun berat badan hingga 69 kg. Dibandingkan Saya menuliskan, “Menurunkan berat badan”, lebih baik saya tulis, “Badan hingga 69 kg”. Tentu Anda sudah tahu alasannya, kan?

Ya, betul. Tuliskan: HASILNYA, bukan prosesnya. Paham?

Nah, setelah Anda menuliskan resolusi Anda, jangan lupa untuk memikirkan apa dan bgaimana strategi terbaik Anda agar resolusi di area tersebut benar-benar tercapai. Maka pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah, “Apa saja yang sebaiknya dan seharusnya Saya lakukan setiap harinya agar target tersebut benar-benar tercapai?”

Maka dalam kasus Saya di atas, Saya akan menghindari makanan berkolestrol tinggi, mengurangi porsi makan, olahraga rutin, fitnes, banyak minum air putih, istirahat yang cukup, tidur tidak terlalu malam, dan seterusnya.

Saya rasa Anda mulai memahami maksud Saya. Dan Saya mulai salut dengan Anda karena masih bertahan sejauh ini membaca artikel ini.

SARAN SAYA…

Coba lihat diri Anda satu tahun dari sekarang…

Saat dimana Anda benar-benar rasakan keajaiban yang Allah berikan pada Anda karena telah menjadikan resolusi Anda benar-benar menjadi kenyataan. Apa yang Anda lihat, dengar, dan rasakan? Bagaimana perasaan Anda tepatnya? Tentu sebuah kebahagiaan yang tak ternilai, kan?

Semakin jauh Anda membaca artikel ini, perlahan resolusi Anda akan semakin mudah untuk dicapai

Saran Saya, sebelum Anda praktikkan isi artikel ini di kehidupan Anda, coba tuliskan maksimal 3 resolusi besar di setiap area kehidupan tersebut seperti yang sudah Saya jelaskan di atas, misalnya: (kalau Saya)

  • Spiritual: Umroh bersama Istri, Hafal 10 Juz, Shubuh Berjamaah setiap hari
  • Family / Relationship: Menghajikan Orang Tua
  • Social: Buat Program Coaching Bisnis GRATIS
  • Career / Business / Financial: Punya Database Email 200.000 List, Omzet 20 Miliar per tahun, Income 500 Juta per bulan
  • Health: Berat Badan 69 kg, Six Pack, Body Fat 13%
  • Leisure: Jalan-Jalan ke Eropa (Paris, Swiss, Praha)
  • Personal Growth: Licensed Master Practitioner of NLP, Fasih Bahasa Inggris, Launching 1 Buku Mega-Best Seller

Jangan merasa terpaksa untuk buat resolusi tahunan ke dalam 7 area tersebut, karena sebenarnya Anda bisa buat SEMAU & SESUKA Anda.

Anda pun bisa imajinasikan dan visualisasikan setiap resolusi yang Anda buat dalam bentuk mindmap atau gambar dengan penuh warna. Supaya Anda makin mudah mengingatnya dan pikiran bawah sadar Anda mudah mengaksesnya.

Terakhir…

Setelah Anda buat resolusi dengan cara tersebut di atas, Anda tinggal: KOMITMENKAN!

Dan seperti yang sudah Saya katakan di berbagai status facebook dan buku Saya, yang namanya komitmen itu,

“NO REASON: TANPA TAPI, TANPA NANTI, SUKA DUKA DIJALANI!”

Nah, supaya Anda mudah dalam melakukan komitmen, Anda bisa presentasikan atau ikrarkan resolusi tersebut ke orang-orang terdekat Anda, seperti pasangan, orang tua, partner, dan sahabat dekat Anda. Dan yang terpenting, minta masukan, support, dan doa dari mereka agar resolusi tersebut bisa benar-benar tercapai.

Sambil Anda mulai merencanakan kapan tepatnya waktu yang pas untuk mengikrarkan resolusi Anda ke orang-orang terdekat Anda, Anda boleh ikrarkan resolusi Anda tersebut di kolom komentar di artikel ini.

Saya doakan semoga APAPUN resolusi Anda dipermudah oleh Allah dalam proses pencapaianya. Aamiiin…

Setelah membaca artikel ini, Anda akan merasa bahwa Resolusi 2016 akan sangat mudah untuk dicapai. Anda boleh bayangkan… betapa mudahnya resolusi tersebut dicapai setelah tahu caranya.

 

Salam,

 

 

Silakan SHARE

Dewa Eka Prayoga

Founder www.billionairestore.co.id

 

Previous Perbedaan Bumi Dan Langit Antara Bisnis Owner Dengan Internet Marketer
Next Jualan Adalah Aktivitas Menolong Orang Yang Dibayar

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

View all posts by this author →

You might also like

Bisnis

Cara Merekrut Karyawan Perusahaan

Saat Anda mulai merasakan pentingnya tim dalam bisnis yang sedang Anda bangun, maka Anda akan mulai memikirkan untuk merekrut banyak karyawan. Karena Anda tidak mungkin membesarkan bisnis sendirian. Butuh tim

Artikel Pilihan

Bagaimana Cara Produk Kita laris, Dan Banyak Diminati Market?

Coba cek angka penjualan Anda saat ini, sudahkah sesuai dengan apa yang Anda harapkan? ^_^ Jika sudah, syukurlah… Artinya, Anda sudah bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan. Jika belum, berbenahlah…

Bisnis

Cara Mudah Belajar Lounching Produk

BELAJAR LAUNCHING PRODUK DARI FILM BIOSKOP Saya termasuk golongan Sufi (Suka film) ^_^ Dalam sebulan Saya bisa menonton film 4-5x. Gak terlalu sering juga, sih. Hihihi Tapi bukan itu yang