Strategi Meningkatkan Omset Ratusan Juta Dan Membuat Kolam Uang Di Era Digital Tribes!

Strategi Meningkatkan Omset Ratusan Juta Dan Membuat Kolam Uang Di Era Digital Tribes!

Satu topik tentang DIGITAL TRIBES

Kalau mau ajak teman-temennya nyimak, silakan infokan artikel ini ke mereka ya… Semoga makin bermanfaat. aamiin…

Jadi ceritanya karena banyak banget permintaan dari kawan-kawan yang nanya ke Saya, “Kang, kalau mau jualan di Facebook, Saya mesti baca buku apa?”.

Pas ditanya gitu, Saya bingung jawabnya. Karena sebelumnya emang belum ada buku yang bahas secara komplit tentang Facebook Marketing.

Tapi, Saya pribadi kalau bahas FB Marketing, gak ngerti amat soal FB Ads. Saya baru pake FB Ads itu bulan April 2016 kemarin. Hehe… Kudet ^_^

Walaupun begitu, sebenarnya kalau cuma ingin dapat omset 100-300 juta per bulan, pake cara GRATISAN juga bisa. Asalkan kawan-kawan nikmati prosesnya aja. Ikuti cara main dan strategi besarnya. Jangan kepengen cepet nikmati hasil. Kalau pengen cepet, ya emang main FB Ads. Ngiklan, dapat sales. Tapi itu bukan expert Saya…

Kalau mau dapat miliaran per bulan, baru Saya sarankan main FB Ads. Karena untuk dapat ikan gede, mesti ngasih umpan gede.

Nah, di buku #GaraGaraFacebook , ada salah satu bab yang Saya khususnya membahas tentang DIGITAL TRIBES. Apaan tuh?

Eh, sebelumnya, pernah denger istilah KOLAM UANG kan ya? Di Indonesia, istilah itu Saya yang populerkan. Ini ada hubungannya dengan bahasan kita malam ini

Saya sering bilang kepada para peserta seminar dan training, bahwa kalau mau punya banyak uang dan hasilkan banyak omset penjualan, Anda harus punya kolam uang.

Ingat ini, kalau kita hanya fokus mengejar omset, tanpa pernah membangun aset, maka pasti capek terus-terusan…

Nggak ngiklan, nggak dapat omset. Stok numpuk, sepi pembeli. Kriiiik… Kriik….! Ini konsekwensinya…

Kolam uang adalah aset. Membangunnya membutuhkan waktu cukup lama, tapi jika sudah jadi, maka Anda bisa memanennya kapan saja…

Dan ketika Anda punya kolam uang, jualan jadi lebih mudah, penghasilan makin terus bertambah. Anda nggak perlu pasang iklan terus-terusan. Tinggal tebar umpan sebentar, tinggal Anda nikmati hasilnya…

Karenanya, sedari dulu Saya berjuang mati-mati untuk membangun kolam uang Saya sendiri, TANPA IKLAN! Hasilnya? Sangat memuaskan.

Sayangnya, banyak orang tidak paham bagaimana cara membangun kolam uang. Dan sedikit sekali dari mereka yang menyadari bahwa sesungguhnya kolam uang yang dimaksud adalah sebuah TRIBE. Ini dia rahasianya! bongkarr…

Apa itu Tribe? Kalau mengutip perkataan Seth Godin, pencetus konsep Tribe: “A tribe is a group of people connected to one another, connected to a leader, and connected to an idea…”

Coba Anda perhatikan

Dari definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sebuah tribe pasti memiliki setidaknya tiga hal, yaitu member, leader, dan ide.

Pastinya, baik leader maupun member semuanya saling berkomunikasi satu sama lain terkait ide tersebut

Siapa leadernya? Jelas Anda. Kecuali Anda membiarkan diri Anda untuk menjadi member di tribe lain

Siapa membernya? Ya teman-teman Anda. Disinilah awal dari cara Anda membuat mereka dekat dan percaya pada Anda

Idenya? Tergantung, mau tentang apa. Bisa berupa kesamaan hobi, minat, pengetahuan, wawasan, keinginan untuk berkontribusi, atau apapun itu. Silakan pikirkan sendiri.

Sebenarnya, sadar nggak sadar, Facebook sendiri adalah sebuah tribe. Kok bisa? Ya jelas, dengan adanya Facebook, kita bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Dan Facebook sendiri sudah menyediakan fasilitas Fanpage agar Anda bisa bangun tribe Anda sendiri.

Sayangnya, Saya tidak merekomendasikan fanpage. Kenapa?

Selain karena algoritma fanpage yang sering berubah-ubah mendadak dan tidak memihak, juga kalau di fanpage, ownership member terhadap tribenya tidak akan terlalu besar.

Terus, apa yang Saya rekomendasikan?

Jawabannya adalah grup Facebook. Kenapa? Karena grup Facebook memenuhi kriteria dari tribe itu sendiri.

Grup Facebook terdiri dari 3 jenis: Public, Closed, dan Secret.

Public Group. Cocok Anda buat jika ingin menjaring market. Ubah mereka dari hanya sekedar teman, menjadi member di grup. Atau, agar Anda bisa berinteraksi dengan lebih banyak orang di Facebook. Mengingat jumlah pertemanan di Facebook dibatasi hanya 5000 orang. Ajak mereka yang nggak sempat berteman dengan Anda untuk join di grup .

Closed Group. Tepat Anda gunakan jika ingin maintain pelanggan atau after sales dari bisnis Anda. Kumpulkan mereka dalam grup khusus, tepatnya closed group ini. Manjakan mereka dengan konten-konten bermanfaat. Jawab pertanyaan mereka. Support mereka. Kenapa? Supaya mereka jadi fans loyal Anda. Sehingga apapun yang Anda jual nantinya, mereka akan beli lagi dan beli lagi. Bahkan, buat mereka mau merekomendasikan produk Anda ke teman-temannya.

Secret Group. Grup ini mirip dengan Closed Group. Bedanya, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk grup ini. Orang lain tidak bisa mencari seenaknya di fitur Graph mereka. Sehingga, orang yang mau masuk grup ini, harus dapat akses khusus dari Anda. Saya tidak menyarankan ini, karena cukup ribet. Tapi kalau Anda mau coba, silakan. Itu pilihan.

Mana yang Saya rekomendasikan untuk dijadikan sebuah tribe?

Jawab: Public Grorup. Kenapa? Karena ada fitur “share” nya di setiap postingan yang Anda buat. Sehingga, saat Anda buat konten yang bagus, para member di grup bisa share status Anda ke teman-teman Facebook lainnya. Lebih viral, lebih banyak orang yang join member.

Selain itu, dalam sebuah tribe yang baik, setiap member boleh merekrut member yang lain. Artinya, ini cocok banget dengan karakteristik Public Group. Kebayang?

“Tribes grow when people recruit other people…”

Sekarang Anda mulai paham apa itu tribe dan kenapa Saya merekomendasikan grup Facebook untuk Anda jadikan tribe.
Tugas Anda selanjutnya adalah membuat grup Facebook Anda sendiri.

Dewa Eka Prayoga, dengan grup Jago Jualannya

jago jualan

Lumayan, 70.200+ member. Hehe

Saptuari Sugiharto, dengan Belajar Wirausahanya

belajar wirausaha

GENDENG! 146.000+ member

Rendy Saputra, dengan Zid Clubnya

zid clab

Baru 5 bulan, udah 16.000+ member. WOW!

Jaya Setiabudi, dengan Juragan Forumnya

juragan forum

Wow, 45.400+ member!

Dan masih banyak lagi.. Itulah contohnya

Pertanyaannya, apa nama grup Facebook Anda?

Setelah itu, setelah Anda punya grup FB, yang perlu Anda pahami, supaya grup FB ini menjadi tribe yang sukses, maka Anda harus tahu bahwa didalamnya harus terjadi 4 jenis komunikasi, diantaranya:

Leader ke Member. Disini, Anda berkomunikasi dengan mereka dalam bentuk postingan status. Bagikan ide-ide Anda dalam bentuk postingan di grup. Share konten yang bagus!

Member ke Leader. Disini, member grup akan berkomunikasi dengan Anda dengan cara memberikan komentar pada status yang Anda buat. Nggak cuma itu, sewaktu-waktu merekapun pasti akan chat message langsung ke Facebook Anda. Biarkan mereka melakukan. Dan pastikan Anda balas!

Member ke Member. Disini, member bisa saling berkomentar dan berdiskusi di postingan satu sama lain. Tentu, hasil dari arahan Anda setelah posting status tertentu.

Member ke Bukan Member. Disini, member akan share status Anda ke timeline mereka. Itulah kenapa sedari awal Saya merekomendasikan Anda untuk gunakan Public Group. Karena pola komunikasi seperti ini hanya bisa dilakukan Public Group.

Ingat, sering-seringlah berkomunikasi dengan member Anda, apapun bentuknya. Entah itu posting status bermanfaat, balas komentar, like komentar, chit chat di mesangger, dan sebaiknya. Karena semakin bagus kualitas komunikasinya, semakin kuat ikatan tribenya.

Sebenarnya, kalau tribe di dunia digital, gak harus pake FB. Anda bahkan bisa pake Grup WA atau Telegram, yang lagi HOT! hehe

Kemarin Saya iseng-iseng buat grup Telegram Jago Jualan.

GENDENG-nya, baru sehari dibuat, udah tembus 3800+ member. UEDAAN!

Ngebut banget pertumbuhan membernya!

Nah, itu contoh Tribe di Telegram…

Pokoknya, poin-poin yang Saya sampaikan tadi, harus terpenuhi. Coba baca lagi baik-baik. Pahami. Resapi.

Jadi, inti dari kolam uang adalah TRIBE. Catat!

Itu baru di Facebook dan Telegram. Nanti setelah Anda baca buku #GaraGaraFacebook , khususnya di bab FUNNELING, Anda pun Saya rekomendasikan untuk bangun kolam uang di Email. Tapi, polanya sedikit berbeda. Walaupun ujung-ujungyanya kolam uang juga. hehe

Saya dapat list email segini, kurang dari 2 tahun. Saya newbie soalnya, telat tahu ilmunya. Nyesel…

Untungnya, kalau Anda nanti baca buku Saya, bisa tahu ilmunya duluan. Walaupun istilahnya agak belibet sih. Tapi ini penting, namanya juga belajar.

Simpulan dari sharing Saya malam ini, silakan bangun DIGITAL TRIBE Anda sendiri. Jangan hanya jadi member di tribe orang lain, termasuk Saya… hehe

Udah dulu ya, semoga bermanfaat. InsyaAllah kapan-kapan kita lanjutkan materi yang lebih seru dan keren lagi. Okey?

Ingat PR Anda: buat tribe Anda sendiri. Pikirkan malam ini. Besok pagi langsung action. Siap? Kalau udah, dan Anda mulai berubah, Saya pasti seneng, karena udah bisa membantu, seperti Saya ngomporin beberapa tokoh di Indonesia utk bangun tribe mereka sendiri. Sekian.

Share ya,, biar besok semangat ngetik lagi! ^_^

 

Dewa Eka Prayoga

Founder www.billionairestore.co.id

Previous Bagaimana Tentang Keadaan Tim Anda?
Next Cara Merekrut Karyawan Perusahaan

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

View all posts by this author →

You might also like

Bisnis

Mengapa Harus Semangat Bisnis, Mumpung Masih Muda!

  Kecuali mereka yang sudah mengikuti seminar atau training Saya, tidak banyak orang yang tahu, bahwa Saya memulai bisnis pertama Saya sejak usia 17 tahun.   Sejak usia 17 tahun

Bisnis

Bagaimana Cara Kaya Mendadak ?

Jika Anda ingin tahu bagaimana cara kaya mendadak, maka jawabannya adalah: MUSTAHIL! Ya, hal tersebut mustahil terjadi jika Anda masih sering bermental miskin dan mengemis-ngemis nggak punya uang kepada orang

Bisnis

Perbedaan Bumi Dan Langit Antara Bisnis Owner Dengan Internet Marketer

Sebelum Anda baca cerita Saya sampai selesai, izinkan Saya tertawa dulu ya: Huahaha ‪#‎udah Yap! Ceritanya di tahun 2016 ini Saya bakalan lebih banyak fokus di dunia Internet marketing. Kenapa?