Kunci Sukses Pengusaha

Kunci Sukses Pengusaha

Banyak sekali Motivator mengatakan bahwa kunci sukses pengusaha adalah ACTION. Kurang lebih, bunyinya begini:

  • “Udah, jangan kebanyakan mikir, action aja!”
  • “Alah, kamu nanya mulu. Udah action belum?”
  •  “Buka bisnis tuh gak usah banyak teori, yang penting action!!”
  • dan sejenisnya

Apakah hal tersebut salah?
Tidak.

Kenapa?

Pertama, salah satu tugas mereka adalah MENGOMPORI. Tak apa, me-mang tugasnya begitu. Tinggal kitanya saja sebagai penerima pesan agar lebih bijak dalam merespon: apakah langsung ujug-ujug terkompori atau bagaimana?

Kedua, khusus untuk yang belum mulai bisnis sama sekali, mereka memang harus didorong untuk ACTION. Kuncinya adalah di keberanian. Kalau kebanyakan rencana dan itung-itungan, nanti malah nggak buka-buka. Karena banyak kekhawatiran dan ketakutan.

Nah, tentu untuk Anda yang saat ini sudah terjun di dunia bisnis, nggak usah terkompori dengan kata-kata seperti itu. Kalau ingin percepatan dalam pertumbuhan bisnisnya, action Anda harus dibekali dengan ILMU dan pengetahuan. Disinilah pentingnya belajar dari orang yang berpengalaman, entah itu melalui Seminar atau Training, ataupun dari buku atau karya yang dihasilkan.

Mungkin Anda bergumam dalam hati, “Kang, Saya udah ikut banyak seminar / training, bahkan buku-buku bisnis udah Saya lahap satu per satu, tapi kok Saya gagal mulu ya bisnisnya?”

Nah, kira-kira, dimana letak kesalahannya?

Guru Saya pernah bilang, bahwa kunci sukses agar bisnis berhasil adalah DISIPLIN. Maksudnya?

  • Disiplin dengan target atau goal yang sudah ditetapkan
  • Disiplin dengan tugas-tugas yang harus dikerjakan
  • Disiplin dalam menjalankan Strategi yang digunakan
  • dan lain-lain

Cermin dari Disiplin adalah KOMITMEN. Anda harus komitmen gila-gilaan.
Yang namanya komitmen itu “No Reason” (nggak ada alasan), Tanpa TAPI, Tanpa NANTI. Suka duka dijalani….

Pertanyaannya, apakah selama ini Anda sudah KOMITMEN dalam men-jalankan bisnis Anda? Atau janga-jangan cuma main-main aja?

Wujud paling gampang membuat komitmen adalah membuat Reward dan Punishment. Coba cek, seberapa sering Anda memberikan reward atas pencapaian yang Anda capai dalam bisnis Anda? Seberapa sering Anda membuat punishment agar target atau goal Anda tercapai?

Simpel… Jika Anda ingin hasil maksimal, ya action maksimal. Action maksimal itu bukan hanya dilakukan saat moody saja, tapi diakukan dalam kondisi apapun.

So, kuncinya adalah KOMITMEN!

Coba “Cung” yang benar-benar BERKOMITMEN agar jualannya semakin laris dan bisnisnya semakin tumbuh dan berkembang. Cuuung….!!

Klik “Share” dan bagikan ke teman-teman Anda. Bilang, bahwa Anda benar-benar berkomitmen membesarkan bisnis Anda. Minta doa ke mereka… itu penting. Bisa jadi ada diantara mereka yang dekat dengan Allah dan doanya cepat dikabulkan. aaamiin…

Dewa Eka Prayoga

Founder www.billionairestore.co.id

 

Previous Inilah Yang Harus Anda Lakukan Saat Bangkrut
Next Kerja Sambil Bisnis

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

View all posts by this author →

You might also like

Bisnis

Laporan Keuangan Perusahaan

Apa sebenarnya yang dicari oleh Pengusaha? Gara-gara Saya banyak menulis buku tentang Bagaimana Cara Meningkatkan Omzet, akhirnya banyak pengusaha yang tergila-gila dengan yang namanya: OMZET Apakah salah? Tidak… Justru bagus.

Bisnis

Kerja Sambil Bisnis

Kenapa Saya Tidak Menyarankan Anda jadi Amphibi? Untuk meminimalisir risiko, banyak pengusaha pemula yang mengawali karir usahanya dari kantor. Maksudnya? Ya, mereka berbisnis sambil bekerja. Istilah yang dikenal orang-orang zaman

Bisnis

Kesalahan Semua Pengusaha

Dalam setiap Seminar yang bertajukan tentang Bisnis, Saya sering mengajukan pertanyaan berikut ini kepada para peserta: “Siapa diantara Anda yang saat ini sedang mengalami masalah dalam bisnisnya?” “Siapa yang merasa