Move On, Dari Bangkrut Rp 7.700.300.000

Move On, Dari Bangkrut Rp 7.700.300.000

Pernah punya Masalah? Sedang punya Masalah? Ingin keluar dari Masalah? Yuk simak cerita Saya berikut ini…

Tepat 3 tahun yang lalu, tanggal 25 September 2012, Saya dinyatakan mengalami kebangkrutan. Tak tanggung-tanggung, kerugian sebesar Rp 7.700.300.000 harus Saya tanggung gara-gara Saya ditipu oleh rekan bisnis Saya

Saat hal tersebut terjadi, Anda tidak usah membayangkan betapa hancurnya hidup Saya. Karena selama 3 bulan berturut-turut, Saya tidak bisa bergerak apa-apa. Saya stress, pusing, frustasi, emosi, dan hampir putus asa. Bayangkan saja, kejadian ini persis terjadi 2 minggu setelah Saya menikah…

Saya sadar, jika Saya hanya berdiam diri dan segera Move On, maka Saya akan tetap berada dalam situasi sulit seperti ini. Maka Saya berusaha untuk bergerak walaupun sangat sulit dilakukan mengingat tekanan dari orang-orang yang sungguh luar biasa menyakitkan.

Maka yang pertama kali Saya ubah adalah diri Saya. Ya, tepatnya bagaimana Saya memandang kejadian ini sebagai Masalah.

Coba mari keluar sebentar dari cerita Saya ini, jika seandainya Anda memiliki sebuah Masalah, apa yang Anda katakan pada diri Anda?

“Saya punya masalah…”
“Saya memiliki masalah…”
“Saya menghadapi masalah….”
“Saya bertemu masalah…”
“Saya bersinggungan dengan masalah…”

dan lain-lain…

Dari 5 cara pandang tersebut, mana yang Anda sering katakan?

Coba perhatikan, cara kita dalam merespon sebuah masalah, akan menentukan nasib kita kedepannya.

Ada orang yang menganggap bahwa “Saya punya masalah..” atau “Saya memiliki masalah..”, seakan-akan mereka bangga “Kok masalah untuk dimiliki, sih…”. Paham maksud Saya? Ya, begitulah. Maka wajar sekali jika kita mengatakan hal ini, kita akan sulit MOVE ON. Karena pikiran bawah sadar kita dibuat nyaman dengan kata PUNYA dan MEMILIKI tersebut.

Nah, jika Anda mengatakan, “Saya menghadapi masalah…” atau “Saya bertemu masalah…”, seakan-akan masalah itu adalah sebuah mahluk yang kita hadapi di depan, responnya terserah kita: mengabaikannya, ajak ngobrol, salaman, jalan bareng, dan lain-lain. Gendeng, kan? Hehe..

Terakhir, jika Anda mengatakan, “Saya bersinggungan dengan masalah…”, sekaan-akan kita bertemu dengannya bersampingan atau tersenggol (bahasa Sundanya: “kadupak” ^_^) cuma sebentar. Setelah itu, yowes, lewat.. Paham maksudnya?

Pertanyaannya, saat Anda punya/bertemu/bersinggungan dengan masalah, apa yang Anda katakan pada diri Anda?

Itu pun yang terjadi pada diri Saya. Awalnya Saya menggunakan kata, “Saya punya masalah….”. Lalu Saya ubah mindset Saya dengan berkata, “Saya bertemu masalah…”. Dan agar lebih ringan, Saya mengubahnya jadi, “Saya bersinggungan dengan masalah…”.

Itulah awal mulai kenapa Saya ketika Saya bangkrut, Saya kok malah bisa nulis buku dan menjadi best seller. Judulnya adalah: 7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula.

Bukan hanya soal cara kita merespon dan mengubah kata-kata yang keluar dari pikiran kita saja, cara kita mempersepsikan masalah itu pun akan menentukan nasib kita kedepannya.

 

Apakah masalah itu adalah musibah atau anugerah?

masalah

Manusia sebagai makhluk Allah, tentu sering diberikan masalah sebagai ujian dalam menjalani hidup ini. Apabila kita memandang masalah yang diberikan itu sebagai sebuah ujian, tentu kita bisa memahami bahwasannya masalah itu adalah sarana percepatan peningkatan kualitas diri. Dengan demikian tentu kita lebih bisa menikmati proses dalam setiap tahap menyelesaikan masalah tersebut.

Jika kita buka dan pelajari Surah Al-Baqarah ayat 155-157 : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”.

Setelah kita mengetahui hal itu, tentu kita tahu bagaimana sikap kita saat bersinggungan dengan masalah.

Tentu kita tahu, Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan memberikan ujian yang berlebihan kepada kita, sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 286: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…”

Di sisi lain, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah menyukai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridho maka baginya keridhoan, dan barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan”. (HR. Tirmidzi).

Dalam hadist tersebut tentunya dapat diketahui ujian juga menjadi sarana kita untuk mendapatkan pahala dan memperoleh keridhoan Allah SWT.

Sekarang, setelah kita tahu cara untuk menghadapi setiap masalah, maka kita harus yakin dan percaya bahwa didalam kesulitan terdapat kemudahan yang Allah berikan seperti yang tertuang dalam Firman Allah : “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (Q.S Al-Insyirah: 5-6).

Semoga kita lebih bijaksana dalam menghadapi semua masalah dan selalu diberikan banyak kemudahan serta kelancaran oleh-Nya dalam menjalani setiap tahap dan proses kehidupan. aamiin..

Share kalau setuju

Dewa Eka Prayoga

Founder www.billionairestore.co.id

Previous Cara Menyikapi Persaingan Bisnis, Di Era Copy-Paste Yang Bikin Kita Miris!
Next Jangan Cuma Kejar Rupiah Saja!

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

View all posts by this author →

You might also like

Bisnis

Cara Merekrut Karyawan Perusahaan

Saat Anda mulai merasakan pentingnya tim dalam bisnis yang sedang Anda bangun, maka Anda akan mulai memikirkan untuk merekrut banyak karyawan. Karena Anda tidak mungkin membesarkan bisnis sendirian. Butuh tim

Bisnis

Cara Menyikapi Persaingan Bisnis, Di Era Copy-Paste Yang Bikin Kita Miris!

Yap! Saya suka dengan tantangan dan ketidakpastian. Bulan Juni 2015 s/d Juni 2016 Saya pun mempensiunkan diri dari dunia penulisan, tepatnya: menulis buku. Maka jangan heran, selama kurun waktu tersebut,

Bisnis

7 Ilmu Gendeng Yang Bakal Bikin Jualan Onlinemu Makin Laris

  Alhamdulillah… Hanya dalam 7 hari semenjak pendaftaran Mentoring Copywriting batch kedua dibuka, sudah ada 674 orang yang memutuskan untuk join dalam program tersebut dan menjadi member… Artinya, mereka bisa