The Power of Simplicity

The Power of Simplicity

Ngomong simplicity (sederhana) pas miskin, gampang banget. Kenapa? Ya emang karena nggak punya uang, jadi terpaksa simplicity, deh. hehehe..

Tapi ngomong simplicity pas kaya, susahnya minta ampun. Kenapa? Wong tiap mau beli apa aja uang ada kok, ngapain ditahan-tahan. Bener, kan?

Nah, ini… Inilah kesalahan yang sering dialami oleh banyak pengusaha terutama pengusaha pemula. Ketika pipa penghasilan membesar, eh lubang pembuangan (pengeluaran) ikut-ikutan membesar. Ini konsep keuangan yang salah! Seharusnya ketika pemasukan semakin banyak, pengeluaran ditekan sedemikian rupa supaya nggak ikut-ikutan membesar.

Kuncinya ada di THE POWER OF SIMPLICITY…

Caranya?

Komitmen gila-gilaan. Minta dukungan istri/suami dan orang-orang di sekitar.
“Kang Saya kan belum punya istri.suami?”

Ya itu mah nasiiib…. hehe… *peace*

Ya, kuncinya ada di komitmen Anda. Bilang ke Allah tentang keseriusan Anda tersebut. Berdoa sama Allah supaya ditunjukkan jalannya.

InsyaAllah kalau sudah komitmen dan serius, bisa kok… Saya sudah membuktikan sendiri, Alhamdulillah berhasil:

– Awalnya masuk alfamart/indomart segala dibeli, sekarang pake list daftar belanjaan. Nggak dibeli kalau nggak dibutuhkan.
– Awalnya di dompet selalu bawa ATM banyak & uang cash banyak, sekarang kalau keluar rumah bawa uang secukupnya, supaya disiplin pakai sedikit uang.
– Awalnya kalau sakit suka pakai obat yg mahal, sekarang pake obat generik juga cukup. Bahkan kalau nggak sakit-sakit amat nggak ke dokter. (lebay amat, ya?) hehe
– Awalnya kalau butuh sesuatu mendadak selalu beli, sekarang kalau masih memungkinkan sewa, ya sewa.
– Awalnya kalau ada perlu sama orang selalu kopdar, sekarang kalau masih bisa sms atau telpon, ya telpon. Jangan maksa keluar, cost… hehe
– Awalnya kalau ada berita bola ramai beli koran, sekarang cukup buka situs www.goal.com melalui SmartPhone.
– Awalnya kalau ke luar pulau pakai pesawat yang mahal, sekarang cukup cari pesawat yang murah dan terjangkau yang penting selamat dan sampai.
– Awalnya cuci pakaian ke laundry, sekarang nyuci sendiri, jangan manja.
– Awalnya kalau lihat orang beli sesuatu pengen ikut-ikutan beli, sekarang cukup tahan keinginannya sampai benar-benar itu menjadi kebutuhan
– Dan masih banyak cara lain yang bisa dilakukan.

Rada lebay memang, tapi itulah yang Saya lakukan selama ini.

Ingat ya, KEREN dan KERE itu beda tipis, cuma beda “N” doang. Jangan sampai untuk dapat memenuhi keinginan-keinginan, Anda rela “Ngutang”.

Tentu muncul pertanyaan, “Memangnya kita tidak boleh bersenang-senang dengan membeli apa yang kita inginkan?”.

Tentu saja boleh… Silahkan jika Anda ingin membeli sesuatu yang Anda inginkan, asalkan pada waktu yang tepat dan keadaan keuangan yang memungkinkan. Jangan sampai niat awal ingin bersenang-senang membahagiakan keluarga menjadi bumerang dan memusingkan Anda. Kalau Anda sudah merasa pusing dengan pengeluaran, ini menjadi indikasi Anda sudah keluar dari koridor sederhana.

“Kunci sederhana itu memenuhi keperluan dengan apa yang ada, bukan mengada-adakan yang tidak perlu”

Lagian, yang membuat kita bahagia itu hal yang sederhana, kok. Nggak percaya? Coba lihat diri Anda sendiri, renungkan kehidupan Anda, betapa sering Anda dibuat pusing karena hal-hal yang rumit? Betul?

So, mulai sekarang, hiduplah sederhana. Karena Rasulullah pun hidup sederhana dan nggak mengajarkan kita untuk hidup bermewah-mewahan.

Kalau ada kelebihan uang, ya gunakan di jalan kebaikan. Setuju?

Katakan “Setuju” jika Anda satu pemikiran dengan Saya.
Silakan share artikel ini supaya makin banyak orang tersadarkan…

Dewa Eka Prayoga

Founder www.billionairestore.co.id

 

Previous Pengusaha Yang Banyak Dosa
Next Tips Praktis Mendapatkan Testimoni

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

View all posts by this author →

You might also like

Bisnis

Laporan Keuangan Perusahaan

Apa sebenarnya yang dicari oleh Pengusaha? Gara-gara Saya banyak menulis buku tentang Bagaimana Cara Meningkatkan Omzet, akhirnya banyak pengusaha yang tergila-gila dengan yang namanya: OMZET Apakah salah? Tidak… Justru bagus.

Bisnis

Kalih Pertama Mengenal Bisnis Online Yang Menghasilkan 100 Juta

Kenapa Saya memilih berbisnis ONLINE? Jujur, Saya termasuk dibilang telat masuk dunia online. Kenapa? Karena sebelumnya Saya bisnis dan jualan pakai cara offline saja. Maklum, gaptek… hehehe^_^ Tapi Saya nggak

Bisnis

Cara Mudah Belajar Lounching Produk

BELAJAR LAUNCHING PRODUK DARI FILM BIOSKOP Saya termasuk golongan Sufi (Suka film) ^_^ Dalam sebulan Saya bisa menonton film 4-5x. Gak terlalu sering juga, sih. Hihihi Tapi bukan itu yang