Cara Menghidupkan Copywriting Iklan Anda

Cara Menghidupkan Copywriting Iklan Anda

Ada sebuah pola “rahasia” yang sering Saya gunakan dan mungkin belum diketahui banyak orang saat Saya menuliskan Copywriting…

Pokoknya: INI KEREN BANGET!!hehe

Dengan cara ini Anda akan belajar bagaimana jalan pikiran orang bekerja agar copywriting yang Anda buat sesuai dengan cara berfikirnya.

Artinya, kata demi kata dalam kalimat copywriting tsb akan terasa hidup di benak pembaca…

Cara inilah yang Saya gunakan ketika Saya membuat copywiritng (bahkan: buku-buku dan Best Seller) sehingga orang yang membacanya bakal bilang dan merasa,

“Ini Gue Banget!”
“Tahu aja kang Dewa sama maunya Saya”
“Benar banget, Kang…”
… dan sejenisnya

Bayangkan…

Kalau misalkan Anda bisa seperti itu, siap-siap aja kosongin rekening Anda untuk nampung jutaan rupiah bahkan jutaan dollar untuk menuhin saldo tabungan Anda hehe

Apa rahasianya?
Apa namanya?

Namanya: SUBMODALITY OF MIND

Dari namanya aja udah keliharan kereeeen…!!! Hahaha ‪#‎lebay‬

Supaya gampang pahami ilmu keren ini, yuk kita analogikan seperti sebuah FILM…

Intinya, setiap orang adalah sutradara dari film dalam pikirannya.

Mereka membuat film mental dari GAMBAR, SUARA, dan RASA untuk merepresentasikam pengalamannya.

Representasi ini akan berdampak pada perasaan mereka dan berpengaruh kuat pada motivasi bertindak, termasuk mengambil keputusan (misal: keputusan membeli)

Ingat,

“Copywriting yang bagus adalah yang Menghasilkan Penjualan”

dewa-eka-prayoga-quote-copywriting-penjualan

Copywriting yang keren akan membantu kita mempengaruhi sutradara dalam membentuk Gambar, Suara, dan Rasa si pembaca, sehingga mempengaruhi EMOSI dan MOTIVASI BERTINDAK MEREKA (mengambil keputusan: beli).

Submodality adalah parameter dari Gambar, Suara, dan Rasa dalam pikiran.

Misalkan:
– Gambar : lokasi, ukuran, intensitas, asosiasi/disosiasi, dll…

– Suara: lokasi/arah, volume, siapa sumber suara, warna suara,dll…

– Rasa: perasaan, gerakan, lokasi, intensitas, jenis, dll….

Perubahan Submodality akan mengontrol perubahan motivasi bertindak, dari yang gak tertarik, jadi tertarik… dari yang merasa ngak butuh, jadi tiba-tiba butuh (misalnya)

Semakin Anda membaca status ini, menunjukkan Anda sangat serius memahami ilmu keren ini…

Lantas, bagaimana penerapannya?

Inilah langkah penerapannya dalam Copywriting:

1. Buat prospek seolah-olah mengalami secara riil sudah merasakan manfaat produk Anda.

2. Stimulasi pikiran dengan kata yang melibatkan seluruh indra (Visual, Auditory, Kinestetik).

3. Amplifikasi stimulasi pikiran dengan mengubah submodalitynya.

Bingung?

Bagus… Artinya Anda mikir. Hehehe

Supaya gampang paham, langsung ke contoh aja dah…

Misal, coba Anda bandingkan:

** Sebelum **

Mobil ini dilengkapi mesin yang memiliki kecepatan maksimum 250 km/jam. Terdapat sound system terbaru dolby stereo dengan 8 speaker yang tersebar di seluruh kabin mobil. Selain itu mobil ini juga menggunakan cat yang berkualitas tinggi dan jok yang terbuat dari kulit yang lembut dan mewah.

** Sesudah **

Bayangkan seperti apa rasanya Anda ketika Anda mengendarai mobil yang bisa Anda pacu dengan kecepatan hingga 250 km/jam….

Sambil mendengarkan musik mendentum mantap di telinga Anda dari sound system dolby stereo dengan 8 speaker di tiap sisi kabin mobil.

Anda juga bisa menikmati nyamannya duduk di jok yang terbuat dari kulit yang amat lembut dan nampak demikian mewah….

Alami rasa keren berada di dalam mobil dengan kilau indah cat yang jelas terlihat berkualitas tinggi.

>> DHUARRR….!!!!

Kerasa bedanya?

Goood…..

Kalau masih gak kebayang, baca lagi pelan-pelan….

Nah, supaya calon pembeli makin “TERANGSANG” untuk membeli produk Anda, tambahkan: PAIN & GAIN BOOSTER.

Caranya?

Ada 3 Langkah, yaitu:

1. Mendeskripsikan Proses
2. Gunakan Kata Indrawi
3. Gerakkan dengan Kata Sifat/Keterangan

Contoh:
(Ah, nanti aja ya contohnya mah, pegel ngetiknya hehe)

Dan sebenarnya nggak cuma itu aja, karena Anda pun bisa gunakan “bumbu dapur” Saya yang satu ini untuk mengesankan copywriting Anda lebih hot, nafsuin, hidup, tapi nggak kelihatan hard selling

Caranya?

Pas Anda story telling,

– Gunakan kata “Saya”, untuk Menginstal Suara/Self Talk.

– Gunakan kata “Anda”, untuk Mempengaruhi Dia secara Langsung

– Gunakan kata “Mereka” atau “Orang-orang”, untuk Mempengaruhi secara tidak langsung. Berkesan Objektif, dan tidak Hard Selling

Mau contoh?

Silakan ubek-ubek status Saya di timeline Facebook… Pelajari sendiri ya!

By the way, itu juga yang sering Saya lakukan dalam membuat copywiriting agar KOMPETITOR hilang dari pikiran market Saya. Makanya kalau sudah ikut kontes Affiliate, Alhamdulillah (izin Allah) Menang Juara 1 mulu. Hihihii rahasia dapur bocorr!!!

Nah, kalau ilmu “sedaging” ini nggak dishare, sumpah kebangetan banget yang baca. Pelitnya minta ampun. Medit! Pantes susah closing… Hihihi

Sebelum Anda SHARE, tahu nggak, itu tuh cuma secuil dari segudang ilmu GENDENG yang bakal Saya share di Mentoring Copywriting?

 

Anda boleh SHARE, supaya makin Bermanfaat

Dewa Eka Prayoga

Founder www.BillionaireStore.co.id

Previous 3 Pondasi Membangun Team Yang Kokoh
Next Kaya Dan Miskin Itu Sesuai Pemikiranya

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

View all posts by this author →

You might also like

Copywriting

Formula “B.A.B” Dalam Menulis Copywriting

Formula “B.A.B” dalam Menulis Copywriting ^_^ hehe Mungkin selama ini Anda telah mengenal istilah AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Tapi apakah Anda pernah tahu formula copywriting lainnya yang disebut BAB?

Bisnis

Teknik Merubah Kata-kata Menjadi Powerfull Menghasilkan Penjualan

Walaupun kata-kata hanya memiliki 7% pengaruh saat berkomunikasi, tapi kata-katalah yang akan menggerakkan hati calon pembeli untuk mengeluarkan uangnya dan membeli produk kita. Apalagi jika kita jualannya menggunakan media, alias

Bisnis

Magic of Close

Mungkin ada yang tanya, “Kang, status Saya yang like banyak, yang komen banyak, yang share juga lumayan, tapi kok yang closing sedikit ya?” Good Question! Pertanyaan seperti itu memang sering