Teknik Follow Up 99% Closing!

Teknik Follow Up 99% Closing!

Setelah Anda download ebook terbaru Saya disini: www.BelajarJagoJualan.com…Anda akan tahu bahwa banyak sekali Teknik Closing yang bisa Anda gunakan saat menutup pembicaraan agar terjadi penjualan.Sayangnya, tidak semua teknik closing benar-benar ampuh untuk semua situasi. Terkadang, kita justru membiarkannya tidak beli dan memfollow upnya nanti.Masalahnya, saat kita lakukan follow up, banyak dari prospek malah justru tidak jadi beli. Wah, berabe nih…Artinya, teknik closing dan teknik follow up adalah dua hal yang berbeda. Serupa, tapi tak sama…

Pertanyaannya, bagaimana cara melakukan follow up yang benar?

Sebelum Anda dapatkan ilmu yang Luar Biasa dari status ini, sadarkah Anda bahwa kalimat pembuka dalam status Saya ini disebut dengan Asumsi Terselubung.

Maksudnya?

Teknik Follow Up 99% Closing!

Coba Anda perhatikan kalimat yang ini:

“Setelah Anda download ebook terbaru Saya disini: www.BelajarJagoJualan.com

Apakah Anda tahu, apa alasan Saya kenapa menggunakan kalimat itu, ketimbang menggunakan kalimat ini:

“Jika seandainya Anda mendownload ebook terbaru Saya disini: www.BelajarJagoJualan.com

Kenapa? Tahu alasannya?

Ya. Saya sedang “mengasumsikan” bahwa Anda sudah download ebook tsb.

BUKAN: seandainya…

Kalau Saya menggunakan pilihan kalimat yang kedua, maka itu berarti Anda bisa saja download bisa saja tidak.

Mulai paham?

Lantas, apa hubungannya dengan teknik follow up?

Ya, salah satu teknik follow up yang digunakan adalah dengan gunakan asumsi terselubung.

Atau, bahasa kerennya: PRESUPOSISI!

Apa itu presuposisi?

Asumsi yang tidak dinyatakan terang-terangan. Artinya, asumsi tersebut dinyatakan secara tersirat.

Ini sangat berguna untuk memby-pass critical factor setiap orang.

(Kalau Saya jelaskan apa itu critial factor dan bagaimana mekanismenya, status ini bakal panjang banget. Hehe… #UdahTerimaAja ya, hehehe….

Semakin Anda penasaran teknik follow up seperti apa yang harus dilakukan, semakin membuat Anda berjuang keras membaca status ini sampai selesai

Supaya memudahkan pemahaman, Saya akan berikan Anda contoh-contoh follow up di lapangan.

Contoh kasus begini…

Seseorang beli 1001 Brand Identity Kit melalui link ini: 1001BrandIdentityKit.com.

Sayangnya, setelah dia order dan klik tombol “BELI SEKARANG”, dia belum melakukan pembayaran. Tiba-tiba Affiliate produk keren tsb ingin melakukan follow up agar dia segera transfer.

Pertanyaannya, apa kalimat paling tepat yang harus digunakan affiliate tsb untuk memfollow up dia (leads) untuk segera transfer?

Anggaplah jawabannya adalah…

“Mas, jadi beli 1001 Brand Identity nya enggak?”

Hampir 80% pertanyaan tersebut, GAGAL memberikan jawaban “YA”

Kenapa pertanyaan tsb gagal memberikan konversi?

Karena si dia diasumsikan belum beli. Malahan, bisa jadi dengan pertanyaan begitu, awalnya udah niat mau beli, eh malah kepikiran “Jadi beli nggak ya…”. Wah, mulai ragu..

Nggak hanya itu, pola kalimat deletion seperti, “Mas, jadi beli?”

…Itu pun memberikan efek serupa. Kurang bagus untuk konversi.

Lantas, bagaimana seharusnya?

Saya tidak harus mengatakan pada Anda bahwa Anda sebenarnya bisa menggunakan kalimat seperti,

Contoh 1:
“Oh ya Mas, kira-kira mas mau transfer kapan ya?”

Asumsinya: dia akan TRANSFER. Cuma masalahnya: kapan?

Paham?^_^


Contoh 2:
“Mas, karena kemarin Mas sudah tertarik beli 1001 Brand Identity Kit, Saya penasaran, kira-kira mas mau selesaikan pembayarannya siang ini atau sore?
Asumsinya: mereka mau MENYELESAIKAN PEMBAYARAN. Cuma masalahnya: siang atau sore?Paham? ^_^Contoh 3:
“Mas, kalau mas lebih suka bayar pake paypal atau bank transfer?”Asumsinya: mereka bakalan BAYAR. Cuma masalahnya: pake paypal atau bank transfer?

Makin paham?

Nah, akan lebih keren lagi, kalau misalkan kita tumpuk-tumpukan presuposisi dalam kalimat follow up kita.

Misalkan:

“Oh ya Mas, karena sebelumnya mas udah tertarik beli 1001 Brand Identity Kit, sebelum transfer, Saya kepingin tahu, apakah mas udah tahu seberapa besar manfaat produk keren ini setelah mas miliki nanti?”

Wow.. Wow.. Wow…!!

Coba tebak, ada berapa asumsi yang Saya gunakan dalam kalimat follow up di atas?


Hihihi.. Kalau sudah tahu jawabannya, berarti udah Master nih ^_^
Atau contoh lain misalnya begini..”Eh, mas.. Udah tahu belum? Bonus yang seabrek itu hanya bisa mas dapatkan setelah mas transfer hari ini, lho…”Hehe.. Ada berapakah asumsi dalam kalimat follow up di atas?Hehe.. Saya sengaja tidak akan memberikan jawabannya, agar Anda semakin bersemangat untuk menantikan status Saya berikutnya.

Terakhir…

Ingat: Order beda dengan Transfer. Jangan dulu senang ketika ada orderan, senanglah ketika ada transferan…

Setujuu…??

Kalau misalkan setuju dan status ini bermanfaat, Anda boleh SHARE ke teman Anda

Seingat Saya, ilmu tak akan berkurang ketika dibagikan. Malah sebaliknya.

Dewa Eka Prayoga

Founder www.billionairestore.co.id

 

Previous Mencari Ide Dalam Menulis Copywriting
Next 5 Amalan Bebas Hutang

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

View all posts by this author →

You might also like

Marketing

Kenapa Saya Bisnis Online

Jujur, Saya termasuk dibilang telat masuk dunia online. Kenapa? Karena sebelumnya Saya bisnis dan jualan pakai cara offline saja. Maklum, gaptek… hehehe Tapi Saya nggak mau berbangga diri dengan kegaptekan