Rahasia Bagaimana Cara Menjual Produk Mahal

Rahasia Bagaimana Cara Menjual Produk Mahal

Perhatikan… Bagaimana rasanya perasaan Anda jika Anda selalu mengalami penolakan saat menawarakan produk yang Anda tawarkan? Tentu Anda sangat kesal, bukan?

Ya. Saya benar-benar mengerti perasaan Anda. Kenapa? Karena Saya pun dulu mengalaminya. Seperti yang Anda ketahui, buku-buku Saya dijual dengan harga ‘tidak waras’, alias sangat mahal dibandingkan buku-buku sejenis yang beredar di pasaran. Awalnya Saya pun bingung cara menjualnya, sampai pada akhirnya Saya menemukan sebuah pola dan rahasia bagaimana menjual produk secara laris di pasaran. Apakah Anda penasaran? Tenang… Sebentar lagi Saya akan segera mengetahuinya.

Begini.. Sebelum Saya bocorkan Rahasia Bagaimana Cara Menjual Produk Mahal, terlebih dahulu Anda harus mengetahui persepsi dari kata “MAHAL” itu sendiri.

Misalnya, Anda menemui situasi calon pembeli mengatakan seperti ini: “Mas, Berapa harganya?”. Ketika Anda menjawabnya, mereka spontan berkata, “Wow… Harganya mahal banget…!!”. Pernah?

Coba sekarang pikirkan… Sebenarnya, apakah yang (dikatakan) mahal itu benar-benar mahal?

Jawbannya: Tergantung. Lagi-lagi, ini soal persepsi setiap orang. Sama halnya ketika menjelaskan soal ukuran Besar atau Kecil. Besar atau Kecil, Banyak atau Sedikit, Mahal atau Murah, itu semua sangat tergantung dengan apa dibandingkan dan apa yang ada dalam persepsi setiap orang.

Misal, 100 ribu. Menurut Anda, Besar atau kecil?

Kalau pas dapat uang, 100 ribu = Kecil… Betul? Kalau pas disuruh sedekah, 100 ribu = Besar… Benar, kan? Udah ngaku aja :p Hehehe..

Contoh lain, 100 juta. Menurut Anda, Banyak atau Sedikit?

Kalau di rekening cuma ada 1 juta, 100 Juta = Banyak… Kalau di rekening ada 1 Milyar, 100 Juta = Sedikit… Iya, kan?

Nah, sama halnya dengan persepsi: MAHAL atau MURAH. Tergantung persepsi orang yang akan membelinya.

Lantas, pertanyaan yang muncul sekarang adalah…. Bagaimana caranya menjual produk yang harganya mahal? Tepatnya, bagaimana tepatnya yang harus kita lakukan ketika menjual produk (yang menurut calon pembeli) mahal?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, coba Anda ketahui terlebih dahulu tentang 3 alasan berikut ini:

  1. Calon Pembeli Tidak MAMPU Membelinya. Ini seringkali terjadi. Mereka tidak cukup memiliki uang untuk bisa membeli produk Anda. Uang di kantong mereka sedikit, kere. Akrhinya, bilang mahal, deh… Bisa jadi ini memang bukan target market ideal Anda. So, pastikan Anda benar-benar mampu membidik target market yang “memiliki uang”.
  2. Calon Pembeli Tidak MAU Membelinya. Biasanya alasan ini adalah alasan yang tak terucap. Alasan yang sebenarnya adalah karena mereka memang tidak ingin membeli produk Anda.  Jangan paksa mereka. Wong nggak butuh?
  3. Produk Anda Terlalu Mahal. Pada kenyataannya, mereka bisa mendapatkan produk serupa di tempat lain dengan harga yang lebih murah. Kalau calon pembeli bisa membeli produk yang persis sama dengan harga lebih murah dari orang lain, ini bisa jadi masalah untuk Anda.

Dari 3 alasan tersebut, mana yang paling mungkin untuk bisa Anda closing?

Ya, betul. Fokuslah pada nomor 3. Inilah yang disebut dengan Keberatan Skeptis. Mereka bisa jadi belum teredukasi dengan manfaat dari produk yang Anda jual. Atau, mereka belum melihat, mendengar, atau merasakan perbedaan spesifik dari produk Anda dengan produk kompetitor.

Lalu apa yang harus Anda lakukan?

Kuncinya: Spin keberatan harga tersebut dengan hal lain. Misalnya: Benefit, Testimoni, Kualitas, Waktu, Risiko, Penderitaan, Kompetisi, dan lain-lain. Kebayang?

Hehe… Tenang, Saya akan berikan contohnya supaya Anda lebih mudah memahaminya.

  1. Spin ke Benefit. Contoh: Mungkin Anda menganggap bahwa 5 juta itu mahal. Dan jika Anda tahu bagaimana persisnya benefit yang Anda dapatkan dari produk yang Saya tawarkan, mungkin Anda akan berubah pikiran. Mau buktikan?
  2. Spin ke Testimoni. Contoh: Awalnya Saya mengira investasi 8,9 juta itu mahal, sampai pada akhirnya Saya tahu bahwa dampak dan perubahan positif yang Saya rasakan sangat luar biasa dan lebih besar daripada Investasi yang harus yang keluarkan.
  3. Spin ke Kompetitor. Contoh: Ini bukan soal Investasi yang harus Anda keluarkan, melainkan soal Bagaimana Kompetitor Anda tidak terlebih dahulu memakainya.

dan lain-lain. Saya rasa, untuk contoh lainnya Anda bisa membuatnya sendiri. Iya, kan?

Nah, sekarang, Saran Saya, saat Anda menghadapi orang-orang yang mengalami keberatan soal harga, lakukan spin tersebut di atas. Tak hanya itu, Anda pun harus memerhatikan beberapa tips menjual produk berikut ini:

Pertama, Hindari memberi informasi harga terlalu cepat. Maksudnya? Yas. Pastikan Anda menggali terlebih dahulu kebutuhan, keinginan, dan atau permasalahannya. Misalnya dengan pertanyaan, “Sebelum kita mendiskusikan masalah harga, saya harus memastikan bahwa ini produk ini tepat untuk Anda. Boleh?”. Atau: “Sebelum itu, Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan. Apakah bapak berkenan?”

Kedua, Jangan sampai Anda salah bicara soal harga. Jika harga produk Anda rendah, itu TIDAK MAHAL, bukan MURAH. “Tidak Mahal” nilainya bagus. “Murah” nilainya jelek. Jika Anda ingin mengatakan “Murah”, gunakanlah kata “Terjangkau”, atau “Spesial”. Paham, kan?

Ketiga, Edukasi gila-gilaan soal benefit dari produk yang Anda jual. Semakin mahal produk Anda, semakin banyak pertimbangan mereka, semakin gila Anda melakukan edukasi soal benefit dari produk yang Anda tawarkan tersebut.

Bagaimana, apakah Anda sudah mendapatkan gambaran mengenai cara menjual produk mahal?

Sadar atau tidak, menjual produk yang mahal memang cukup menantang. Butuh edukasi yang gila-gilaan ke calon pelanggan. Tapi kalau sudah closing karena sudah tahu caranya, itu sangat membahagiakan, bukan?

Yuk praktikkan.

Selamat Jualan!

NB:

Jika sekiranya artikel Saya ini bermanfaat untuk Anda, jangan sungkan untuk dishare ke teman-temannya. Karena ilmu akan semakin bermanfaat jika disebarluaskan. Iya, kan?

Dewa Eka Prayoga

Founder www.billionairestore.co.id

 

Previous Cara Jualan Laris di Facebook
Next Semua Orang Bangkrut Wajib Baca Artikel Ini

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

View all posts by this author →

You might also like

Artikel Pilihan

Penyebap Produk Anda Kurang Laris Dan Tidak Tembus Milyaran

Dalam sebuah seminar bisnis, Saya pernah bertanya dan meminta tanggapan kepada para peserta seminar mengenai salah satu bisnis Saya yang bergerak di bidang Clothing, “Jika seandainya Anda menjadi konsultan bisnis

Artikel Pilihan

Cara Jualan Laris di Facebook

Sering Fesbukan? Suka Jualan di Facebook? Ingin Jualannya Laris dan Omzetnya meningkat Drastis? Caranya gampang, kok… ^_^ Pertama, Bidik Target Market Potensial. Intinya, jika Anda sudah terlanjur memiliki sebuah produk

Artikel Pilihan

Inilah Yang Harus Anda Lakukan Saat Bangkrut

Ada 3 kebiasaan yang Saya lakukan setelah mengalami Kebangkrutan dalam bisnis: Bertemu dengan (minimal) 2 orang baru setiap harinya Sedekah pagi ba’da Shubuh Menolong orang lain yang sedang kesulitan masalah